<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pergaulan Bebas</title>
	<atom:link href="http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2009 07:12:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1d827590a5f11b6dbf3fd45187e5ac20?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pergaulan Bebas</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/osd.xml" title="Pergaulan Bebas" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kiat Pokok Mengatasi Kenakalan Remaja</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/18/kiat-pokok-mengatasi-kenakalan-remaja/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/18/kiat-pokok-mengatasi-kenakalan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 07:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengatasi Kenakalan Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar orangtua di jaman sekarang sangat sibuk mencari nafkah. Mereka sudah tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat mengikuti terus kemana pun anak-anaknya pergi. Padahal, kenakalan remaja banyak bersumber dari pergaulan. Oleh karena itu, orangtua hendaknya dapat memberikan inti pendidikan kepada para remaja. Inti pendidikan adalah sebuah pedoman dasar pergaulan yang singkat, padat, dan mudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=47&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar orangtua di jaman sekarang sangat sibuk mencari nafkah. Mereka sudah tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat mengikuti terus kemana pun anak-anaknya pergi. Padahal, kenakalan remaja banyak bersumber dari pergaulan. Oleh karena itu, orangtua hendaknya dapat memberikan inti pendidikan kepada para remaja. Inti pendidikan adalah sebuah pedoman dasar pergaulan yang singkat, padat, dan mudah diingat serta mudah dilaksanakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memberikan inti pendidikan ini, kemana saja anak pergi ia akan selalu ingat pesan orangtua dan dapat menjaga dirinya sendiri. Anak menjadi mandiri dan dapat dipercaya, karena dirinya sendirinyalah yang akan mengendalikan dirinya sendiri. Selama seseorang masih memerlukan pihak lain untuk mengendalikan dirinya sendiri, selama itu pula ia akan berpotensi melanggar peraturan bila si pengendali tidak berada di dekatnya.<span id="more-47"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Inti pendidikan ini terdiri dari dua hal yaitu :</p>
<ul style="text-align:justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong>HIRI = MALU BERBUAT      JAHAT</strong><br />
Benteng penjaga pertama agar remaja tidak salah langkah dalam hidup ini      adalah menumbuhkan <em>hiri</em> atau rasa malu melakukan perbuatan yang      tidak benar atau jahat.Dalam memberikan pendidikan, orangtua hendaknya      dengan tegas dapat menunjukkan kepada anak perbedaan dan akibat dari      perbuatan baik dan tidak baik atau perbuatan benar dan tidak benar.      Kejelasan orangtua menerangkan hal ini akan dapat menghilangkan keraguan      anak dalam mengambil keputusan. Keputusan untuk memilih kebaikan dan      meninggalkan kejahatan. Penjelasan akan hal ini sebaiknya diberikan sejak      dini. Semakin awal semakin baik.Berikanlah pengertian dan teladan tentang      latihan kemoralan. Berikanlah kesempatan anak agar dapat meniru perilaku      kebajikan orangtuanya. Ajarkan dan didiklah mereka untuk tidak melakukan      pembunuhan, pencurian, pelanggaran kesusilaan, kebohongan, dan      mabuk-mabukan. Gunakanlah acara-acara di televisi sebagai alat pengajaran.      Tunjukkan kepada mereka bahwa kejahatan tidak akan pernah menang.      Kejahatan akan musnah pada akhirnya. Sebaliknya, walaupun kebaikan kadang      menderita di awalnya akhirnya akan memperoleh kebahagiaan juga.</li>
</ul>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;">Apabila anak sudah dapat dengan jelas membedakan kebaikan dan keburukan, tahap berikutnya adalah menumbuhkan rasa malu untuk melakukan kejahatan. Kondisikanlah pikiran anak punya rasa malu, merasa tidak pantas melakukan pelanggaran peraturan kemoralan baik yang diberikan oleh Sang Buddha maupun oleh masyarakat lingkungan. Mengkondisikan munculnya rasa malu dapat menggunakan cara seperti ketika orangtua mengenalkan pakaian kepada anak-anaknya. Orangtua selalu berusaha memberikan pakaian yang layak untuk anak-anaknya. Namun, apabila suatu saat anak mengenakan pakaian dengan tidak pantas atau mungkin tersingkap sedikit, orangtua segera membenahinya dan mengatakan, menegaskan bahwa hal itu memalukan. Sikap itu masih berkenaan dengan masalah pakaian fisik. Pakaian batin pun juga demikian. Orangtua bila mengetahui bahwa anaknya melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas maka katakan segera bahwa hal itu memalukan. Kemudian berikanlah saran agar dia tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Bila perbuatan itu masih diulang, berilah sanksi. Berilah hukuman yang mendidik bila perbuatan itu tetap diulang. Usahakan dengan berbagai cara agar anak tidak lagi mengulang perbuatan yang tidak baik itu.</p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;">
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong>OTTAPPA = TAKUT      AKIBAT PERBUATAN JAHAT</strong><br />
Apabila anak bertambah besar, orangtua selain menunjukkan bahwa suatu      perbuatan tertentu tidak pantas, memalukan untuk dilakukan oleh anaknya,      maka orangtua dapat meningkatkannya dengan memberikan uraian tentang      akibat perbuatan buruk yang dilakukan anaknya. Akibat buruk terutama      adalah yang diterima oleh si anak sendiri, kemudian terangkan pula dampak      negatif yang akan diterima pula oleh orangtua, keluarganya serta      lingkungannya. Orangtua dapat memberikan perumpamaan bahwa bila diri      sendiri tidak ingin dicubit, maka janganlah mencubit orang lain. Artinya,      apabila kita tidak senang terhadap suatu perbuatan tertentu, sebenarnya      hampir semua orang pun bahkan semua mahluk cenderung tidak suka pula      dengan hal itu. Rata-rata semua mahluk, dalam hal ini, manusia memiliki      perasaan serupa. Penjelasan seperti ini akan membangkitkan kesadaran anak      bahwa perbuatan buruk yang tidak ingin dialaminya akan menimbulkan      perasaan yang sama bagi orang lain. Dan apalagi bila telah tiba waktunya      nanti, kamma buruk berbuah, penderitaan akan mengikuti si pelaku      kejahatan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menumbuhkembangkan perasaan malu dan takut melakukan perbuatan yang tidak baik ataupun berbagai bentuk kejahatan inilah yang akan menjadi ‘pengawas setia’ dalam diri setiap orang, khususnya para remaja. Selama dua puluh empat jam sehari, ‘pengawas’ ini akan melaksanakan tugasnya. Kemanapun anak pergi, ia akan selalu dapat mengingat dan melaksanakan kedua hal sederhana ini. Ia akan selalu dapat menempatkan dirinya sendiri dalam lingkungan apapun juga sehingga akan mampu membahagiakan dirinya sendiri, orangtua dan juga lingkungannya. Orangtua sudah tidak akan merasa kuatir lagi menghadapi anak-anaknya yang beranjak remaja. Orangtua tidak akan ragu lagi menyongsong era globalisasi. Orangtua merasa mantap dengan persiapan mental yang telah diberikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, pendidikan anak di masa kecil yang sedemikian rumit tampaknya, akan dapat dinikmati hasilnya di hari tua.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya memang diri sendiri itulah pelindung bagi diri sendiri. Suka dan duka yang kita alami adalah hasil perbuatan kita sendiri. Sebab, oleh diri sendiri kejahatan dilakukan; oleh diri sendiri pula kejahatan dapat dihindarkan. Oleh karena itu, dengan memberikan pengertian yang baik tentang inti pendidikan tersebut kepada anak-anak, diharapkan anak akan dapat membawa diri dan menjaga dirinya sendiri agar dapat tercapai kebahagiaan. Kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Kebahagiaan bagi orangtuanya. Kebahagiaan bagi lingkungannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=47&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/18/kiat-pokok-mengatasi-kenakalan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelanggan Seks Komersil Penyebar Utama AIDS</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/pelanggan-seks-komersil-penyebar-utama-aids/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/pelanggan-seks-komersil-penyebar-utama-aids/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 17:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seks Bebas dan HIV/AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Kesehatan &#8211; Banyak pria Asia yang mencari pekerja seks komersial telah menjadi perantara penting dalam penyebaran HIV/AIDS di wilayah Asia Pasifik, demikian peringatan beberapa pejabat kesehatan PBB di Manila, Jumat, sebagaimana dilaporkan Xinhua. Pada acara peluncuran bank data on-line mengenai HIV/AIDS, Jumat, Anupama Rao Singh, pemimpin kantor Regional Asia Timur-Pasifik UNICEF, mengatakan ada sebanyak 75 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=42&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;">Kesehatan &#8211; Banyak pria Asia yang mencari pekerja seks komersial telah menjadi perantara penting dalam penyebaran HIV/AIDS di wilayah Asia Pasifik, demikian peringatan beberapa pejabat kesehatan PBB di Manila, Jumat, sebagaimana dilaporkan Xinhua.<br />
Pada acara peluncuran bank data on-line mengenai HIV/AIDS, Jumat, Anupama Rao Singh, pemimpin kantor Regional Asia Timur-Pasifik UNICEF, mengatakan ada sebanyak 75 juta pria Asia &#8220;yang biasa&#8221; membeli seks dari sebanyak 10 juta perempuan Asia yang menjualnya.<br />
&#8220;Kami tak dapat mengabaikan ancaman penyebaran HIV yang berlangsung terus melalui perdagangan seks,&#8221; kata Singh. &#8220;Karena dampak kecenderungan HIV di kalangan perempuan dan anak-anak sangat besar.&#8221;<br />
Ia mengatakan, di seluruh Asia sangat banyak banyak istri didapati terinfeksi oleh suami mereka atau pasangan seks mereka yang terlibat dalam perdagangan seks tidak terlindung. Virus itu masih dapat ditularkan ke generasi berikutnya ketika para istri tersebut hamil.<br />
Para ahli dari Dana Anak PBB (UNICEF), Program Gabungan PBB mengenai HIV/AIDS (UNAIDS), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Bank Pembangunan Asia (ADB) berkumpul Jumat di ibukota Filipina, Manila, guna mengungkapkan bank data &#8220;on-line&#8221; yang akan memudahkan peneliti, pembuat kebijakan dan organisasi sipil yang ingin melakukan penelitian HIV/AIDS di wilayah itu.<span id="more-42"></span><br />
Laman web itu (www.aidsdatahub.org) berisi keterangan yang terus diperbarui mengenai petunjuk inti HIV/AIDS dan reaksi nasional di 24 negara di berbagai wilayah di Asia timur, tenggara dan selatan.<br />
Pada acara tersebut, Amala Reddy, penasehat program regional UNAIDS Asia dan Pasifik, memperingatkan bahwa karena &#8220;relatif banyaknya jumlah&#8221; pria yang membeli seks, membuat mereka menjadi &#8220;faktor kuat&#8221; dalam penyebaran HIV/AIDS di wilayah itu.<br />
Ia mengatakan, di Asia sebanyak 50 juta perempuan yang tak memiliki kegiatan selain menjadi istri dari pria yang berada dalam kecenderungan itu &#8211;membeli seks&#8211; patut disayangkan menghadapi risiko terserang HIV/AIDS.<br />
Menurut data yang diungkapkan oleh UNICEF, perempuan Asia, yang dikategorikan sebagai kelompok beresiko rendah, kini merupakan kurang dari 25 persen dari seluruh penularan HIV tapi jumlah tersebut dapat melesat jadi 30 persen pada 2015, kebanyakan dari mereka terinfeksi melalui suami atau pasangan seks mereka.<br />
Reddy, yang mengutip laporan UNAIDS, menyatakan saat ini terdapat lima juta orang di Asia yang hidup dengan HIV/AIDS dan sebanyak 400.000 orang baru terinfeksi setiap tahun.<br />
Ia mengatakan jumlah tersebut tampaknya akan jauh membengkak jadi 500.000 hingga 2010, ketika jumlah gabungan kasus HIV penularan di Asia naik jadi 10 juta.<br />
Namun Reddy mengatakan para ahli UNAIDS menduga persentasi infeksi di kalangan penduduk Asia takkan sampai sebanyak kasus di Afrika, karena kebanyakan penularan di Asia terpusat pada kelompok beresiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna obat bius dengan menggunakan jarum suntik, pria yang berhubungan seks dengan pria.<br />
Di Asia, terdapat sebanyak 20 juta pemakai obat bius dengan menggunakan jarum suntik dan pria yang melakukan hubungan seks dengan pria, demikian laporan Komisi AIDS di Asia, yang disiarkan awal tahun ini.<br />
Massimo Ghidinelli, penasehat regional WHO mengenai HIV/AIDS. mengatakan selain pria yang membeli seks, pria yang melakukan hubungan seks dengan pria (MSM) tanpa menggunakan kondom adalah kelompok lain beresiko tinggi yang memerlukan perhatian khusus di wilayah tersebut.<br />
Ia mengatakan WHO bahkan tak dapat memperoleh &#8220;gambaran yang sepenuhnya tepat&#8221; mengenai seberapa besar sesungguhnya sumbangan MSM pada penyebaran AIDS karena sensitifnya masalah itu dan pengabaian oleh pemerintah.<br />
&#8220;Itu adalah fenomena baru dan kami menghadapi studi serta pemahaman yang tak memadai,&#8221; kata Ghidinelli. &#8220;Masalahnya mungkin jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang telah kita percaya.&#8221;<br />
Namun para pejabat kesehatan PBB mengatakan penggunaan kondom telah terbukt menjadi cara yang efektif guna menghambar penyebaran virus tersebut.<br />
&#8220;Mesti ada upaya kesadaran massal, dorongan agresif mengenai penggunaan kondom. Pengalaman di Thailand dan Kamboja membuktikan itu berhasil,&#8221; kata Reddy.<br />
&#8220;Kami mengetahui banyak cara. Hanya pemimpin politik lah yang harus memiliki itikad politik untuk melakukan tindakan yang benar,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=42&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/pelanggan-seks-komersil-penyebar-utama-aids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seks Bebas Remaja Indonesia Merajalela</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/seks-bebas-remaja-indonesia-merajalela/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/seks-bebas-remaja-indonesia-merajalela/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 17:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta dan Analisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Orangtua mana yang tak bergidik mengetahui data tentang perilaku seks bebas remaja Indonesia masa kini dibawah ini. Seks bebas sungguh telah menjadi hal biasa! Bagaimana cara menangkalnya? Penelitian di pelbagai negara menemukan bahwa anak remaja akan terhindar dari keterlibatan dengan seks bebas, jika mereka dapat membicarakan masalah seks dengan orang tuan. Artinya, orang tua harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=39&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Orangtua mana yang tak bergidik mengetahui data tentang perilaku seks bebas remaja Indonesia masa kini dibawah ini. Seks bebas sungguh telah menjadi hal biasa! Bagaimana cara menangkalnya? Penelitian di pelbagai negara menemukan bahwa anak remaja akan terhindar dari keterlibatan dengan seks bebas, jika mereka dapat membicarakan masalah seks dengan orang tuan. Artinya, orang tua harus menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anaknya! Telah siapkah kita, para orangtua menjadi pendidik seksualitas bagi anak-anak kita? Bagaimana meluweskan lidah kita agar tak kelu ketika harus bicara saru dengan anak-anak kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Dan untuk mengetahui data lebih lengkap tentang perilaku seks bebas remaja masa kini, silahkan simak artikel di bawah ini.<span id="more-39"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pergaulan Bebas</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">KH Abdul Rasyid Abdullah Safii terlihat resah sekali. Pemimpin Yayasan Perguruan Islam As-Syafi’iyah ini memberikan beberapa lembar kliping koran. ”Tolong baca ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada bangsa ini,” katanya singkat. Kiai Rasyid tak banyak bicara, namun raut wajahnya memperlihatkan betapa ia risau betul atas pemberitaan media massa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Fotokopi kliping berbagai media itu, ketika saya baca, memang sangat merisaukan. Media Indonesia (6/1) mengutip Kantor Berita Antara menulis, ”85 Persen Remaja 15 Tahun Berhubungan Seks”. Warta Kota (11/2) memberi judul, ”Separo Siswa Cianjur Ngesek”. Kemudian, Harian Republika terbitan 1 Maret 2007 menulis, ”Penyakit Menular Seksual Ancam Siapa Pun”. Dalam berita itu ditulis pula, ”Hampir 50 persen remaja perempuan Indonesia melakukan hubungan seks di luar nikah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Berita di Republika mengutip hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Survei dilakukan pada 2003 di lima kota, di antaranya Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Hasil survei PKBI, yang juga dikutip Media Indonesia, menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironisnya, menurut Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane, hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri –rumah tempat mereka berlindung. Sebanyak 50 persen dari remaja itu mengaku menonton media pornografi, di antaranya VCD. Dari penelitian itu pula diketahui, 52 persen yang memahami bagaimana kehamilan bisa terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian lain dilakukan Annisa Foundation, seperti dikutip Warta Kota. Diberitakan, 42,3 persen pelajar SMP dan SMA di Cianjur telah melakukan hubungan seksual. Menurut pengakuan mereka, hubungan seks itu dilakukan suka sama suka, dan bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Penelitian ini dilakukan Annisa Foundation (AF) pada Juli-Desember 2006 terhadap 412 responden, yang berasal dari 13 SMP dan SMA negeri serta swasta.</p>
<p style="text-align:justify;">Laila Sukmadewi, Direktur Eksekutif AF, mengatakan hubungan seks di luar nikah itu umumnya dilakukan responden karena suka sama suka. Hanya sekitar 9 persen dengan alasan ekonomi. ”Jadi, bukan alasan ekonomi. Yang lebih memprihatinkan, sebanyak 90 persen menyatakan paham nilai-nilai agama, dan mereka tahu itu dosa,” ujar Laila. Dijelaskan, sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas, sebanyak 12 persen menggunakan metode coitus interuptus.</p>
<p style="text-align:justify;">Fakta-fakta itu telah menjelaskan kerisauan KH Rasyid. Ia berujar dalam nada getir, ”Bencana yang terus menimpa bangsa ini dapat diperbaiki, namun bencana akibat rusaknya moral, bagaimana memperbaikinya?” Tidak hanya KH Rasyid, siapa pun yang peduli terhadap bangsa ini, tentu menarik napas dalam-dalam. Betapa pilu, para remaja itu paham pada ajaran agama, paham dosa, dan akibat yang ditimbulkannya. Pasti ada yang salah terhadap bangsa ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tayangan televisi, media-media berbau porno, semakin mendekatkan para remaja itu melakukan hubungan seks di luar nikah. VCD dan DVD porno begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5.000. Sekali dirazia, setelah itu bebas lagi diperjualbelikan. Sistem pendidikan yang mengejar angka-angka pun memberi andil kerusakan generasi muda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil survei itu semestinya menyadarkan kita, para pendidik, orang tua, ulama, pengelola televisi, media massa, dan tentu juga pemerintah. Angka-angka yang terungkap itu, boleh jadi puncak gunung es. Setelah ini, apakah kita membiarkan bencana moral itu terus berlangsung –yang nauzubillahdapat saja menimpa keluarga kita?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=39&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/seks-bebas-remaja-indonesia-merajalela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Seks Bebas, Narkoba dan HIV/AIDS Dekat Dengan Remaja??</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/kenapa-seks-bebas-narkoba-dan-hivaids-dekat-dengan-remaja/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/kenapa-seks-bebas-narkoba-dan-hivaids-dekat-dengan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 16:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seks? Narkoba? HIV/AIDS?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Menurut dr Boyke Dian Nugroho, SpOG MARS jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 500-600 ribu orang dimana 40% diantaranya remaja berusia 15-10 tahun. Ada dua penyebab utama terjadinya percepatan penularan HIV/AIDS yaitu perilaku seks bebas (30%) dan peredaran narkoba terutama yang menggunakan jarum suntik (50%). Dengan demikian Indonesia memungkinkan jadi episentrum HIV/AIDS. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=34&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Menurut dr Boyke Dian Nugroho, SpOG MARS jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 500-600 ribu orang dimana 40% diantaranya remaja berusia 15-10 tahun. Ada dua penyebab utama terjadinya percepatan penularan HIV/AIDS yaitu perilaku seks bebas (30%) dan peredaran narkoba terutama yang menggunakan jarum suntik (50%). Dengan demikian Indonesia memungkinkan jadi episentrum HIV/AIDS. Di Malang raya sendiri hingga menjelang Desember 2007, tercatat 17 dari 65 penderita HIV/AIDS meninggal dunia. Menurut ketua Sekretaris tetap Komisi Pemberantasan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Malang, sejak ditemukannya kasus AIDS pada tahun 1991 tercatat secara kumulatif mencapai 221 orang dan 61 diantaranya meninggal dunia.<br />
Menyimak perkembangan dan peredaran narkotika, psikotropika dan bahan-bahan aktif lainnya, Badan Narkotika Nasional mengatakan tahun 2003 hampir 10 juta telah menjadi korban barang haram ini. Kenapa dampak terbesar terjadi pada remaja?. Hal ini tidak terlepas dari secara kejiwaan remaja memang mengalami fase ketidakstabilan emosional. Sifat agresifitas yang tinggi, seringnya mengambil tindakan cepat tanpa pertimbangan matang ikut menunjang mudahnya remaja terjerumus pada lingkungan negatif. Ketika remaja menghadapi realitas hidup sering mengalami kebingungan akibat kelemahan prinsip hidup dan keterbatasan bekal hidup yang dimiliki. Kondisi lingkungan keluarga dan masyarakat yang maladaptif menjadikan remaja lebih aman bersama teman-temannya dan tinggal di luar rumah dari pada bercengkrama dengan keluarga di rumah. Lingkungan negatif inilah yang rentan membawa remaja kepada pergaulan bebas , seks bebas , narkoba, dan tertularnya penyakit HIV/AIDS.<span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Remaja kota kini semakin berani melakukan hubungan seksual pranikah. Nampaknya hal itu berkaitan dengan hasil sebuah penelitian, 10 &#8211; 12% remaja di Jakarta pengetahuan seksnya sangat kurang. Ini mengisyaratkan pendidikan seks bagi anak dan remaja secara intensif terutama di rumah dan di sekolah, makin penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengetahuan yang setengah-setengah justru lebih berbahaya ketimbang tidak tahu sama sekali. Kata-kata bijak ini nampaknya juga berlaku bagi para remaja tentang pengetahuan seks kendati dalam hal ini ketidaktahuan bukan berarti lebih tidak berbahaya. Data yang dikumpulkan dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG, ahli kebidanan dan penyakit kandungan pada RS Dharmais, menunjukkan 16 &#8211; 20% dari remaja yang berkonsultasi kepadanya telah melakukan hubungan seks pranikah. Dalam catatannya jumlah kasus itu cenderung naik; awal tahun 1980-an angka itu berkisar 5 &#8211; 10%.<br />
Sementara itu Dra. Yulia S. Singgih Gunarsa, psikolog dan konselor di sebuah sekolah swasta di Jakarta, juga melihat fenomena banyaknya pasangan remaja yang berhubungan dengan calo jasa pengguguran kandungan di Jakarta Pusat dan penggunaan obat-obat pencegah kehamilan.<br />
Data tersebut mungkin tidak mewakili kenyataan sebenarnya, yang bisa menunjukkan angka lebih tinggi atau lebih rendah. Namun setidaknya kasus hubungan seksual pranikah itu ada hubungannya dengan hasil suatu penelitian para dokter di Jakarta. Seperti dikutip Boyke, 10 &#8211; 12% remaja di Jakarta pengetahuan seksnya sangat kurang.<br />
Dalam kaitan dengan hubungan seksual, bisa diambil contoh ada remaja yang berpendapat, kalau hanya sekali bersetubuh, tidak bakal terjadi kehamilan. Atau, meloncat-loncat atau mandi sampai bersih segera setelah melakukan hubungan seksual bisa mencegah kehamilan.<br />
Pengetahuan seks yang hanya setengah-setengah tidak hanya mendorong remaja untuk mencoba-coba, tapi juga bisa menimbulkan salah persepsi. Misalnya saja, berciuman atau berenang di kolam renang yang “tercemar” sperma bisa mengakibatkan kehamilan, mimpi basah dikira mengidap penyakit kotor, kecil hati gara-gara ukuran penis kecil, sering melakukan onani bisa menimbulkan impotensi.<br />
Beberapa akibat yang tentunya memprihatinkan ialah terjadinya pengguguran kandungan dengan berbagai risikonya, perceraian pasangan keluarga muda, atau terjangkitnya penyakit menular seksual, termasuk HIV yang kini sudah mendekam di tubuh ratusan orang di Indonesia. Bandingkan dengan temuan Marlene M. Maheu, Ph.D., psikolog yang berpraktek di Kalifornia, AS, bahwa setiap tahun terdapat 1 dari 18 gadis remaja Amerika Serikat hamil sebelum nikah dan 1 dari 5 pasien AIDS tertular HIV pada usia remaja.<br />
Dibentak ortu<br />
Melihat kenyataan itu, pendidikan seks secara intensif sejak dini hingga masa remaja tidak bisa ditawar-tawar lagi. Apalagi mengingat, “Sebagian besar penularan AIDS terjadi melalui hubungan seksual,” tegas Boyke yang juga pengasuh rubrik konsultasi seks di majalah dan radio. Kalau tidak, mereka yang kini remaja tidak bisa berbuat banyak saat memasuki usia produktif di abad XXI mendatang.<br />
Seperti dikutip Boyke, survai oleh WHO tentang pendidikan seks membuktikan, pendidikan seks bisa mengurangi atau mencegah perilaku hubungan seks sembarangan, yang berarti pula mengurangi tertularnya penyakit-penyakit akibat hubungan seks bebas.<br />
Disebutkan pula, pendidikan seks yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak azasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan di dalamnya sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga. Dengan itu diharapkan angka perceraian yang berdampak kurang baik terhadap anak-anak pun dapat dikurangi.<br />
Hanya yang jadi soal hingga kini, “Pendidikan seks di Indonesia masih mengundang kontroversi. Masih banyak anggota masyarakat yang belum menyetujui pendidikan seks di rumah maupun di sekolah,” tutur dr. Gerard Paat, kolsultan keluarga RS Sint Carolus.<br />
Sekalipun untuk tujuan pendidikan, anggapan tabu untuk berbicara soal seks masih menancap dalam benak sebagian masyarakat. Akibatnya, anak-anak yang berangkat remaja jarang yang mendapat bekal pengetahuan seks yang cukup dari ortu (orang tua). Padahal tidak jarang para remaja sendiri yang berinisiatif bertanya, tapi justru sering disambut dengan “kemarahan” ortu. “Boro-boro mau ngejelasin soal seks, baru nanya sedikit aja, nyokap (ibu) sudah mbentak, ‘Eh itu tabu, jangan diomongin!’” aku seorang remaja putri.<br />
Bahkan anak-anak yang kedua orang tuanya bekerja rata-rata kehilangan panutan. “Orang tua yang mestinya menjadi tokoh panutan utama, justru kurang berperan karena kesibukan mereka sendiri,” kata dr. Paat, yang sejak akhir tahun 1960-an memberikan penyuluhan seks di sekolah dan luar sekolah.<br />
Film, buku, dan motel<br />
Dampaknya tentu bisa ke mana-mana. Antara lain dalam memilih konsumsi tontonan di TV yang masih berat dengan tayangan film barat dengan budaya dan gaya hidup yang berbeda. Kehidupan dunia barat yang digambarkan dalam film ataupun video, menurut Boyke, sering kali menunjukkan kehidupan seks bebas di kalangan remaja. Tayangan serial macam Beverly Hills atau Bay Watch, Boyke menyebut contoh, dengan bintang-bintang molek dan tampan itu mudah sekali merasuk ke dalam benak remaja. Sehingga mereka bisa amat mudah meniru gaya hidup muda-mudi dalam film itu.<br />
“Justru ketika informasi seperti itu tidak bisa kita hindari, peranan orang tua untuk memberikan pengertian yang benar pada anak-anak menjadi penting,” tutur Boyke.<br />
Minimnya pengetahuan seks masih ditambah lagi dengan mudahnya mendapatkan prasarana untuk melakukan seks bebas seperti di motel, cottage, vila; alat kontrasepsi; lebih mudanya rata-rata gadis mendapatkan haid (9 &#8211; 11 th); serta tertundanya usia perkawinan. Semua itu juga faktor yang ikut mempengaruhi remaja melakukan kegiatan seks bebas dan kumpul kebo.<br />
Celakanya, “Remaja yang sudah terbiasa mengadakan hubungan seksual akan sulit menghentikannya,” jelas Paat. Itu bukan semata-mata karena faktor ketagihan, tapi terutama akibat timbulnya persepsi bahwa melakukan hubungan seksual sudah merupakan hal biasa.<br />
Kalau itu sampai terjadi, ortu harus ikut bertanggung jawab. “Orang tualah yang seharusnya pertama-tama memberikan pengetahuan seks bagi anak-anaknya. Informasi seks dari teman, film, atau buku, yang hanya setengah-setengah tanpa pengarahan, mudah menjerumuskan. Apalagi kalau si anak tidak tahu risiko melakukan hubungan seksual pranikah,” kata Boyke.<br />
Menurut Paat, pendidikan seks pasif, karena tanpa komunikasi dua arah semacam itu, sudah bisa mempengaruhi sikap serta perilaku seseorang. “Dalam pendidikan seks anak tidak cukup hanya melihat dan mendengar sekali-dua kali, tapi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya. Sebab itu, pendidikan seks hendaknya menjadi bagian penting dalam pendidikan di sekolah. Orang tua dan pendidik wajib meluruskan informasi yang tidak benar disertai penjelasan risiko perilaku seks yang salah.<br />
Namun, pendidikan seks di sekolah mestinya hanya pelengkap pendidikan seks di rumah. Bukan justru menjadi yang utama seperti terjadi selama ini, kendati pendidikan seks di sekolah, menurut beberapa pengamat tadi, masih belum optimal.<br />
Pacaran jangan dilarang<br />
Pemberian pengetahuan seks mesti di rumah dilakukan sejak dini dan dimulai dengan perilaku keseharian anak-anak. Ketika masih anak-anak misalnya, berikan pengertian kepada mereka agar tidak ke luar dari kamar mandi sambil telanjang, menutup pintu kamar mandi ketika sedang mandi, mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kamar ortu.<br />
Ketika sudah menginjak bangku SD, remaja putri khususnya, mesti sudah dipersiapkan menghadapi masa akil balik. Pada usia sekitar 14 tahun, remaja putri maupun putra rata-rata mulai ingin tahu segala sesuatu tentang lawan jenisnya. “Ini merupakan proses pendewasaan diri, dan tak bisa dicegah,” tegas Boyke. Di sinilah ortu mesti mulai lebih sering mengadakan pendekatan dan memasukkan nilai-nilai moral kepada anak.<br />
Pada saat mereka mulai berpacaran di usia yang sudah cukup, kata Boyke, tak perlu dilarang-larang. Berpacaran merupakan latihan pendewasaan dan pematangan emosi. Dengan berpacaran mereka bisa merasakan rasa rindu atau rasa memiliki, dan berlatih bagaimana harus ber-sharing dengan pasangan. Pada masa ini orang tua remaja putri hendaknya berperan menjadi teman berdiskusi sambil meneliti siapa pacarnya itu.<br />
Dalam hal ini dibutuhkan komunikasi lebih terbuka antara ortu-anak. Melalui komunikasi, yang acap kali banyak diabaikan peranannya, ortu dapat memasukkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, batas mereka boleh bermesraan dan apa konsekuensinya kalau batas itu dilanggar. Kepercayaan dari ortu akan membuat mereka lebih bertanggung jawab.<br />
Berpacaran secara sembunyi-sembunyi akibat tidak diberi kepercayaan justru tidak menguntungkan. “Ingat, kasus-kasus kehamilan pranikah umumnya dilakukan oleh mereka yang back street,” kata Boyke. “Mungkin juga akibat hubungan dengan orang tua kurang akrab atau orang tua terlalu kaku.”<br />
Dr. Paat maupun dr. Boyke menyatakan, penjelasan mengenai risiko melakukan hubungan seksual pranikah perlu ditekankan. Umpamanya, kehamilan, kemungkinan terinfeksi HIV atau tertular penyakit kelamin kalau bergonta-ganti pasangan. Bila terjadi kehamilan dan kandungan terpaksa digugurkan, mereka menghadapi kemungkinan perdarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian. Belum lagi stres atau rasa berdosa yang bakal dihadapi si anak. Juga diingatkan, dengan anak yang mereka lahirkan di luar nikah, mereka juga yang mesti bertanggungjawab sebagai ayah dan ibunya. Jangan lupa pula, “Jagalah agar jiwa mereka tidak banyak terganggu, apalagi selama mereka masih belum dewasa, masih harus sekolah, dan lain-lain,” tambah Yulia.<br />
Kapan saja, di mana saja<br />
Penjelasan yang baik mampu membuka mata mereka betapa melakukan hubungan seksual pranikah itu tidak ada untungnya. Ini misalnya terbukti ketika dr. Boyke membagikan kuesioner kepada peserta seminar remaja. Jawaban mereka sebelum dan sesudah mendengarkan ceramah bertolak belakang. Sebelum seminar, mereka rata-rata menyetujui hubungan seksual sebelum nikah. Tapi sesudahnya, 90% peserta menyatakan tidak setuju. Juga terungkap, mereka setuju adanya pendidikan seks, hanya tidak tahu harus ke mana memperolehnya.<br />
Penyampaian materi pendidikan seks di rumah sebaiknya dilakukan kedua orang tua. “Sebelum usia 10 tahun pendidikan bisa diberikan secara bergantian, tapi umumnya ibu yang lebih berperan,” kata Paat. Menjelang akil balik, saat sudah terjadi proses diferensiasi jenis kelamin dan mulai muncul rasa malu (pada wanita mengalami haid, pertumbuhan payudara, dan pada laki-laki mengalami mimpi basah dan perubahan suara), sebaiknya ibu memberi penjelasan kepada anak perempuan dan ayah kepada anak laki-laki. “Sekali waktu boleh diadakan komunikasi silang. Misalnya, kepada anak perempuannya seorang ayah dapat berdiskusi bagaimana perasaan-perasaan pria bila jatuh cinta, atau sebaliknya kepada anak laki-lakinya, ibu bisa mengungkapkan bagaimana perasaan seorang wanita bila didekati pria.”<br />
Menjelaskan tentang seks juga tidak perlu secara eksklusif. Itu bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Saat sedang sibuk memasak, misalnya, tiba-tiba si anak bertanya tentang kehamilan. Sang ibu tidak perlu menangguhkan jawaban atau menjanjikan jawaban akan diberikan panjang lebar di kamar, tapi bisa langsung saat itu juga. Tindakan eksklusif, menurut Paat, malah membuat si anak bisa berkesimpulan, seks merupakan sesuatu yang luar biasa dan harus dirahasiakan. Padahal pertanyaan seperti itu lumrah dan merupakan bagian dari kehidupannya.<br />
“Kalau anak kita sama sekali tidak pernah bertanya soal seks, jangan dikira pasti beres. Coba pancinglah dengan buku,” jelas Paat. “Keterangan dalam buku yang kurang jelas bisa didiskusikan dengan orang tua,” tambah Boyke.<br />
Di RT pun bisa<br />
Pendidikan seks di sekolah, demikian Yulia dan Paat, hendaknya tidak terpisah dari pendidikan pada umumnya, dan bersifat terpadu. Ia bisa dimasukkan ke dalam pelajaran ilmu biologi, kesehatan, moral dan etika secara bertahap dan terus menerus. Mereka juga mensyaratkan penekanan pada pendidikan moral, meski tidak perlu sedetail pendidikan agama, agar pendidikan seks diterima murid sebagai suatu ilmu yang tidak untuk dipraktekkan sebelum waktunya.<br />
Sekali waktu penyuluhan seks juga perlu diadakan. Misalnya, soal menghadapi masa haid dan mimpi basah bisa diberikan kepada anak kelas VI SD, proses terjadinya bayi (spermatozoa bertemu dengan sel telur) mulai diberikan kepada murid SLTP. Selanjutnya masalah kebebasan seks, alat kontrasepsi sampai hubungan seks (bukan tekniknya) diberikan kepada anak SLTA.<br />
Menurut Yulia, penjelasan tentang program pendidikan seks yang hendak disampaikan kepada murid perlu juga diketahui orang tua murid. Maksudnya, agar mereka bisa memberi jawaban dan tidak terkejut bila tiba-tiba si anak atau remaja bertanya soal seks kepada mereka. “Karena, kadang-kadang ada anak yang dengan begitu bangga bercerita tentang pengetahuan seks yang baru diberikan di sekolah,” tutur Yulia.<br />
Dr. Paat dan dr. Boyke saling berbeda pendapat dalam soal penyampaian informasi tentang alat kontrasepsi. “Alat kontrasepsi macam kondom bukan rahasia lagi, karena dapat dibeli di mana-mana. Yang penting, mereka diberi penjelasan bahwa pemakaian sebelum menikah merupakan pelanggaran nilai-nilai moral dan agama,” kata Paat. Sedangkan Boyke kurang setuju memperkenalkan pemakaiannya kepada remaja, karena khawatir disalahgunakan.<br />
Lebih tepat, kata Paat, kalau tema penyuluhan didasarkan pada pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach), yakni penyuluhan disertai kesempatan berkonsultasi dengan guru, konsultan psikologi di sekolah, atau guru agama. Pasalnya, masalah yang dihadapi setiap murid berbeda-beda.<br />
Dalam hal ini Dra. Yulia menganggap penting peran guru bimbingan dan penyuluhan (BP). Guru-guru ini tak cuma sebagai guru BP, tapi juga mesti tahu soal pendidikan seks. “Kadang-kadang murid segan bertanya kepada orang tua. Atau, pernah bertanya malah dimarahi bapak atau ibunya,” jelas Yulia. Dengan adanya kesempatan berkonsultasi, si anak bisa mengutarakan masalah pribadinya.<br />
Selain di sekolah, “Di tingkat RT pun sebetulnya bisa sekali waktu diselenggarakan ceramah tentang seks bagi para orang tua atau remaja dengan bantuan dokter Puskesmas untuk mengisi kekosongan itu,” kata Boyke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=34&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/kenapa-seks-bebas-narkoba-dan-hivaids-dekat-dengan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Remaja ?? HIV/AIDS ??</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/remaja-hivaids/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/remaja-hivaids/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 16:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seks Bebas dan HIV/AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Masih segar dalam ingatan kita, 01 Desember 2007 genap 20 tahun dunia menyoroti tentang bahaya HIV/ AIDS yang mengancam jiwa manusia. Ibarat sebuah penyakit kanker yang siap memberangus setiap nyawa yang ditemuinya. Setiap tahun kita terperangah dengan semakin meningkatnya orang dengan HIV/AIDS dan pecandu narkoba. HIV/AIDS dan narkoba bukan lagi menjadi endemik ganda yang mengancam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=30&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Masih segar dalam ingatan kita, 01 Desember 2007 genap 20 tahun dunia menyoroti tentang bahaya HIV/ AIDS yang mengancam jiwa manusia. Ibarat sebuah penyakit kanker yang siap memberangus setiap nyawa yang ditemuinya. Setiap tahun kita terperangah dengan semakin meningkatnya orang dengan HIV/AIDS dan pecandu narkoba. HIV/AIDS dan narkoba bukan lagi menjadi endemik ganda yang mengancam kehidupan gemerlap, bebas dan para penjaja seks namun sudah mulai masuk dalam ranah kehidupan rumah tangga dan anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;">Keunikan Diri Remaja</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara tentang remaja memang selalu menarik perhatian semua kalangan. Tidak hanya karena remaja merupakan sosok unik ketika melewati fase perubahan fisik namun juga dari perubahan non fisik yang penuh gejolak, potensi dan kedinamisan. Remaja laki-laki dengan perubahan suara, adanya jakun, atau mulai tumbuhnya —maaf— payudara pada perempuan menunjukkan adanya perubahan fisik. Sedangkan perubahan non fisik meliputi kelabilan emosi, perkembangan jiwa, dan pembentukan karakter yang sering ditemui dari gejala yang ditunjukkan dalam perilakunya. Pakar psikologi mengatakan fase ini dikenal dengan proses pencarian jati diri dan pemahaman diri, penjajakan peranan dan kedudukannya dalam lingkungan.<br />
Dalam proses pencarian jati diri ini, remaja membutuhkan kemandirian yang menurut Sutari Imam Barnadib meliputi: “Perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan/masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain.” Ada suatu dorongan yang kuat untuk terlepas dari ketergantungan dengan orang tua , keinginan dihargai sebagai orang dewasa dan mempunyai hak terhadap dirinya dalam berkeputusan.serta bertanggung jawab terhadap setiap perbuatannya.<br />
Masa remaja adalah masa pembelajaran. Meskipun remaja mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi diri namun tetap memerlukan bekal, bimbingan dan pengarahan orang tua, pendidik serta dukungan lingkungan yang kondusif. Membekali mereka dengan pemahaman sebuah konsep hidup yang benar sangat diperlukan dalam proses pencarian jati diri. Dengan bimbingan, membentuk remaja merasa percaya diri karena secara kemampuan mereka belum teruji dalam menghadapi tantangan hidup. Keterlibatan orang tua, pendidik dan lingkungannya dalam memberikan pengarahan akan membentuk kesiapan mentalnya karena secara kejiwaan remaja masih labil, mudah kebingungan ketika mengalami kesulitan dan kegagalan menjalani hidupnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=30&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/remaja-hivaids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Perilaku Seks Bebas Bagi Kesehatan Remaja</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/dampak-perilaku-seks-bebas-bagi-kesehatan-remaja/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/dampak-perilaku-seks-bebas-bagi-kesehatan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 04:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dampak Sex Bebas Bagi Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi maklum, remaja memang sosok yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kenapa?. Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Diusia remaja, akibat pengaruh hormonal, juga mengalami perubahan fisik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=21&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sudah menjadi maklum, remaja memang sosok yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kenapa?. Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Diusia remaja, akibat pengaruh hormonal, juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidakpekaan orang tua dan pendidik terhadap kondisi remaja menyebabkan remaja sering terjatuh pada kegiatan tuna sosial. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya pada orang yang tepat semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering bersikap tidak tepat terhadap organ reproduksinya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Potret Remaja di Usianya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptip yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja. Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Menurut Prof. Wimpie, induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Sebagai catatan, kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2,3 juta per tahun. “ Dan 20 persen di antaranya remaja,” kata Guru Besar FK Universitas Udayana, Bali ini.<span id="more-21"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86 persen pernah berhubungan seksual. Dari aspek medis, menurut Dr. Budi Martino L., SPOG, seks bebas memiliki banyak konsekwensi misalnya, penyakit menular seksual,(PMS), selain juga infeksi, infertilitas dan kanker. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah, pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS).</p>
<p style="text-align:justify;">Di Denpasar sendiri, menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tindakan remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya. Menurut WHO, di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilan melakukan aborsi. Setiap tahun diperkirakan 500.000 ibu mengalami kematian oleh kehamilan dan persalinan. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dampak Seks Bebas terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan, 75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/ lesbian, incest, orgy, bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion).</p>
<p style="text-align:justify;">Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaiamana Remaja Bersikap?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab dan memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial manusia. Bahaya tindakan aborsi, menyebarnya penyakit menular seksual, rusaknya institusi pernikahan, serta ketidakjelasan garis keturunan. Kehidupan keluarga yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan keluarga dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian dari naluri yang pemenuhannya sangat dipengaruhi stimulus dari luar tubuh manusia dan alam berfikirnya. Meminimalkan hal-hal yang merangsang, mengekang ledakan nafsu dan menguasainya. Masa remaja memang sangat memperhatikan masalah seksual. Banyak remaja yang menyukai bacaan porno, melihat film-film porno. Semakin bertambah jika mereka berhadapan dengan rangsangan seks seperti suara, pembicaran, tulisan, foto, sentuhan, dan lainnya. Hal ini akan mendorong remaja terjebak dengan kegiatan seks yang haram.</p>
<p style="text-align:justify;">Perawatan organ reproduksi tidak identik dengan pemanfaatan tanpa kendali. Sistem organ reproduksi dalam pertumbuhannya sebagaimana organ lainnya, memerlukan masa tertentu yang berkesinambungan sehingga mencapai petumbuhan maksimal. Disinilah letak pentingnya pendampingan orang tua dan pendidik untuk memberi pemahaman yang benar tentang pertumbuhan organ reproduksi. Pemahaman remaja berkaitan dengan organ reproduksinya tentunya ditanamkan sesuai dengan kadar kemampuan logika dan umur mereka. Dengan demikian remaja tidak akan cemas ketika menghadapi peristiwa haid pertama, melewati masa premenstrual syndrome dengan aman, memahami hukum fiqh terkait dengan haid serta peristiwa lain yang mengiringi masa pubertas remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Remaja juga harus bisa menjaga diri (isti’faaf). Hal ini mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya. Orang tua sejak usia dini harus menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Alloh menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mengerti hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus terpupuk dengan memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari pergaulan bebas, komitmen terhadap aturan Alloh baik dalam aurot (pakaian), pergaulan antar lawan jenis, menghindari ikhtilath dan sebagainya. Bagaimana dengan anda?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=21&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/dampak-perilaku-seks-bebas-bagi-kesehatan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta-fakta di Daerah Bandung dan Banjarmasin</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/fakta-fakta-di-daerah-bandung-dan-banjarmasin/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/fakta-fakta-di-daerah-bandung-dan-banjarmasin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 04:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta dan Analisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Bandung Saya melakukan pengamatan di daerah pendidikan yaitu daerah Jatinangor, karena di situ terdapat beberapa Universitas besar di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagaian mahasiswa (khususnya mahasiswi) disana walaupun belum resmi pacaran (masih dalam tahap teman) sudah bias diajak untuk melakukan hubungan seks (bukan berarti semuanya). Dapat dibayangkan bahwa baru sebatas teman saja sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=15&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;"><strong><span style="color:#3366ff;">Bandung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Saya melakukan pengamatan di daerah pendidikan yaitu daerah Jatinangor, karena di situ terdapat beberapa Universitas besar di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagaian mahasiswa (khususnya mahasiswi) disana walaupun belum resmi pacaran (masih dalam tahap teman) sudah bias diajak untuk melakukan hubungan seks (bukan berarti semuanya). Dapat dibayangkan bahwa baru sebatas teman saja sudah melakukan hubungan seks, apalagi kalau sudah pacaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Saya menemukan bahwa sebagaian besar toko-toko disepanjang jalan dari IKOPIN sampai daerah UNPAD kampus 2 menjual kondom. Pertama kali saya mengetahui hal tersebut saya semapat syok, karena daerah saya sangat susah untuk mendapatkan kondom. Saat saya mau beli rokok dan masuk kesebuah toko yang notabene terasuk pedagang kaki lima, disana bukannya rokok yang dipajang didalam kotak kaca (biasanya rokok dipajang di dalam kotak kaca agar pembeli dapat memilih rokok yang dia inginkan) melainkan kotak-kotak kondom yang berjajar rapi, sedangkan rook di taruh di tempat yang agak tersembunyi. Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kondom merupakan hal sudah tidak tabu lagi untuk diperjualbelikan bagi masyarakat secara umum dan dari sini dapat kita simpulkan lagi bahwa banyak orang yang memerlukan kondom-kondom tersebut. Dengan menfasilitasi penjualan kondon secara bebas tersebut mengidentifikasikan bahwa telah terjadi degradasi moral yang sangat membahayakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Seoarang sopir angkot jurusan Sumedang-Cileunyi yang tinggal di dekat kampus UNPAD mengatakan bahwa perilaku mahasiswa dikos-kosan di dekat ia tinggal sudah tidak bias dikotrol agi (dalam hal kegiatan seks bebas). Mereka melakukan hubungan seks di dalam kamar kos-kosan secara bebas tanpa memperdulikan lagi orang-orang yang ada disekitarnya dan tidak memperdulikan segala norama yanag berlaku di masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Tahun 2006 sewaktu saya pindah kos dari daerah Caringin (kos yang lama) kedaerah Cileunyi (kos yang baru) saya sanagt terkejut pada waktu pertama kali masuk kamar di kosan tersebut. Didalam kamar tersebut berserakan kondom bekas yang sudah dipakai. Saya sangat jijik kalau mengingat hal tersebut. Salah seorang penghuni kos tersebut mengatakan bahwa kamar tersebut sering dipakai untuk melakukan hubungan seks oleh penghuninya yang dulu. Selain itu ada juga teman saya yang sering menyewakan kamar kosnya untuk dijadikan tempat mesum bagi temannya dengan menarik pungutan biaya sewa (sebungkus rokok).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Cerita diatas hanyalah sekilas gambaran tentang kehidupan mahasiswa dibandung. Masih banyak lagi cerita-cerita yang menggambarkan tentang seks bebas yang saya dapatkan dan saya alami langsung, akan tetapi saya hanya memuat beberapa cerita untuk mewakili semuanya.<span id="more-15"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;"><strong><span style="color:#3366ff;">BANJARMASIN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Kehidupan mahasiswa di Banjarmasin kalau dilihat dari luar tidak akan menunjukkan adanya kegiatan yang mengarah kepada seks bebas. Akan tetapi kalau kita melihat lebih dalam lagi yaitu masuk kedalam kehidupan dan keseharian mereka maka kita akan menemukan sesuatu yang mengidentifikasikan tentang adanya kegiatan seks bebas di kalangan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Rata-rata kos dan asrama putri di Banjarmasin hanya menerima tamu sampai dengan jam 09.00 malam dam jam 10.00 malam pada malam minggu. Tamu laki-laki hanya diperbolehkan bertamu di ruang tamu (bagi kos yang punya ruangan untuk bertamu) dan ada juga yang langsung boleh masuk kedalam kamar (bagi kos yang tidak punya rungan untuk bertamu). Sedangkan di kos laki-laki sebagian beasar (walaupun tidak semuanya) memiliki kebebasan yang lebih bila dibandingkan dengan kos putri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Dibandingkan dengan Bandung yang memperjualbelikan kondom secara bebas, di Banjarmasin kondom tidak bebas untuk diperjualbelikan secara bebas dan tidak dapat dikonsumsi secara umum. Bahkan sampai sekarang sayapu belum menemukan took yang memperjualbelikannya secara bebas, akan tetapi menurut beberapa mahasiswa yang saya temui mengatakan bahwa sangat mudah untuk menemukan dan mendapatkan kondom.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Teman saya yang kebetulan juga seorang mahasiswa mengatakan bahwa sebagian besar mahasiswa di sana sudah pernah melakukan hubungan seks dengan pasangannya yang notabene adalah pacarnya. Hubungan seks tersebut biasanya dilakukan dikos putra dan ada juga yang dilakukan di kos putri pada saat teman-temannya yang lain pergi kuliah atau pada saat kos lagi kosong, serta ada juga yang melakukannya di hotel (motel) atau tempat yang menyediakan jasa tempat untuk melakukan hubungan seks secara bebas. Katanya lagi pernah dilakukan razia gabungan oleh petugas polisi, satpol pp dan warga ke sebagian kos baik putra maupun putrid dan hasilnya sangat megejutkan yaitu ditemukan ratusan kondom baik yang sudah bekas pakai maupun yang belum dipakai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Seorang mahasiswa yang berinisial MJ megatakan sering melakukan hubungan seks dengan pacarnya di kamar asrama tempat dia tinggal, bahkan pacarnya tersebut pernah melakukan aborsi sebanyak 2 kali akibat hubungan mereka tersebut. Menurutnya hubungan tersebut dialakukan pada saat siang hari karena tamu hanya diperbolehkan berada di dalam asrama sampai dengan jam 09.00 malam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Saya punya teman seorang wanita yang pada waktu SMU sangat pemalu, pake jilbab dan rajin eribadah. Setelah lulus SMU dia langsung melanjutkan kuliah di Banjarmasin. Satu tahun berselang, saya endapatkan kabar tentang rencanapernikahannya dengan seorang laki-laki yang merupakan pacarnya sendiri. Saya kaget dan bertanya, kok cepat banget seh pernikahannya, apa tidak menunggu dia lulus kuliah dulu? Setelah saya selidiki dengan cara bertanya kepada teman-teman saya yang lain ternyata wanita (mahasisiwi) tersebut sudah hamil duluan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Mahasiswa yang lainnya mengatakan bahwa seks adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari yang namanya pacaran. Seks merupakan bumbu pelengkap dalam pacaran. Apakah memang beitu? Akupun bertanya dalam hati, seperti inikah mahasiswa sekarang? Apakah tidak ada lagi norma-norma yang harus mereka taati? Apakah lepas dengan orang tua lantas merasa bebas?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Apakah seks bebas sudah merambah ke Banjarmasin? Dari uraian dan cerita-cerita diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa seks bebas memang sudah merambah kedaerah Banjarmasin. Mengerikan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=15&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/fakta-fakta-di-daerah-bandung-dan-banjarmasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta dan Analisis Tentang Perilaku Seks Bebas di Kalangan Remaja</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/fakta-dan-analisis-tentang-perilaku-seks-bebas-di-kalangan-remaja/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/fakta-dan-analisis-tentang-perilaku-seks-bebas-di-kalangan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 04:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fakta dan Analisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[REMAJA (SMU) Saya melakukan survey di sebuah kabupaten yang terdapat di provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten ini kuarang lebih 100 Km dari ibu kota provinsi yaitu Banjarmasin. Dari hasil pengamatan yang saya lakukan selama ini dapat saya dari kesimpulan bahwa hanya sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah. Hal ini disebabkan karena ada beberapa tahapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=13&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;"><strong><span style="color:#3366ff;">REMAJA (SMU)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Saya melakukan survey di sebuah kabupaten yang terdapat di provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten ini kuarang lebih 100 Km dari ibu kota provinsi yaitu Banjarmasin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Dari hasil pengamatan yang saya lakukan selama ini dapat saya dari kesimpulan bahwa hanya sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah. Hal ini disebabkan karena ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan hubungan seks yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li class="MsoNormal">Pegangan tangan</li>
<li class="MsoNormal">Ciuman sebatas ciuman di pipi      dan kening</li>
<li class="MsoNormal">Ciuman bibir (kiss franc)</li>
<li class="MsoNormal">Pelukan</li>
<li class="MsoNormal">Petting (mulai berani melepas      pakaian bagian atas)</li>
<li class="MsoNormal">Meraba kebagian-bagian yang      sensitif (mulai berani buka-bukaan)</li>
<li class="MsoNormal">Melakukan hubungan seks<span id="more-13"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Biasanya para remaja pada saat berpacaran baru berani melakukan tahapan dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 (walaupun banyak juga yang berani melakukan tahapan nomor 6, tapi hanya sebagian kecil yang sudah berani melakukan hubungan seks denga pacarnya).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Saya pernah menemukan seorang siswi SMU kelas 3 yang kumpul kebo dengan seorang laki-laki yang merupakan seorang mahasiswa. Mereka sangat berani tidur satu kamar dan melakukan hubungan seks. Bahkan menurut teman satu kelasnya, seks merupakan kebutuhan yang wajib mereka penuhi dalam kehidupan mereka. Ini merupakan sebuah kasus yang saya temui di sebuah kabupaten yang notabene jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. Mungkin ini hanya satu kasus yang saya temui dan saya teliti, dan tidak menutup kemungkunan ada beberapa (mudah-mudahan jangan banyak) pasangan-pasangan lain yang melakukan hal seperti itu juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Terlintas dalam pikiran saya sebuah pertanyaan ketika mengetahui ada remaja yang melakukan hubungan seks seperti diatas “apakah sudah sedemikian ruasaknya pergaulan remaja saat ini?”. Memang saya akui tidak tidak banyak kasus hubungan seks antar remaja yang say dapati di daerah ni, tapi daerah yang saya amati dan teliti ini merupakan daerah yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota besar seperti Banjarmasin. Dini dapat saya simpulkan bahwa didaerah yang seperti itu saja sudah terdapat kasus seks bebas, apalagi kalau di kota besar, mungkin hal itu sudah biasa terjadi (mudah-mudahan saja tidak).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;line-height:150%;text-align:justify;"><strong><span style="color:#3366ff;">MAHASISWA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Mahasiswa seharusnya adalah sosok yang mempunyai wibawa bukan sebaliknya malah tidak memunyai wibawa sama sekali. Dengan melakukan hubunga seks diluar nikah, apakah seorang mahasiswa pantas menjadi sosok yang diteladani?. Menurut pengamatan saya, sebagian besar mahasiswa pernah melakukan hubungan seks diluar nikah. Bahkan hubungan seks tersebut bukan hanya dilakukan dengan satu pasangan saja melainkan dilakukan denbgan beberapa pasangan (gonta-ganti pasangan).</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;">Dalam bagian ini saya tidak terlalu banyak menganalisis, akan tetapai saya akan menyuguhkan fakta-fakta yang ada dan mengajak pembaca untuk berfikir dan menganalisis sendiri apa yang sebenarnya sudah terjadi dikalangan mahasiswa dalam hal seks bebas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=13&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/fakta-dan-analisis-tentang-perilaku-seks-bebas-di-kalangan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masa Pendewasaan</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/masa-pendewasaan/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/masa-pendewasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 04:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seks Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/masa-pendewasaan/</guid>
		<description><![CDATA[Masa remaja biasanya dialami pada saat usia sekolah menengah, setelah masa remaja ini terlewati maka fase selanjutnya adalah fase pendewasaan yang biasanya dialami setelah lulus SMU atau pada waktu (seumuran) pertama kali kuliah (awal menjadi mahasiswa). Pada saat menjadi mahasiswa pola pikir seseorang akan menjadi semakin kritis, responsive dan cenderung idealis. Pada fasae inilah pola [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=11&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;text-align:justify;">Masa remaja biasanya dialami pada saat usia sekolah menengah, setelah masa remaja ini terlewati maka fase selanjutnya adalah fase pendewasaan yang biasanya dialami setelah lulus SMU atau pada waktu (seumuran) pertama kali kuliah (awal menjadi mahasiswa). Pada saat menjadi mahasiswa pola pikir seseorang akan menjadi semakin kritis, responsive dan cenderung idealis. Pada fasae inilah pola piker terbentuk menjadi semakin matang. Tapi yang saya maksud disini bukan berarti bahwa karena menjadi mahasiswalah pikirannya menjadi lebih matang, tetapi yang saya maksud adalah pada waktu seumuran mahasiswa walaupun seseorang tersebut tidak menjadi mahasiswa (yang mengalami hal ini bukan haya mahasiswa tapi semua orang)</p>
<p style="text-align:justify;">Saat pertama menjadi mahasiswa, setiap individu pasti merasakan perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan dengan masa-masa SMU dan kemungkinan terjerumus kedalam hal-hal yang negatif (seks bebas) sangat besar. Apalagi, bagi mereka yang arus tinggal terpisah dengan orang tua mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=11&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/masa-pendewasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Remaja</title>
		<link>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/perkembangan-remaja/</link>
		<comments>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/perkembangan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 03:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fujiwara111</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seks Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Manusia selau mengalami perubahan, baik itu perubahan yang bersifat fisik (bentuk tubuh) maupun yang bersifat nonfisik (sifat dan tingkah laku). Masa remaja merupakan masa yang pasti dialami oleh setiap orang. Pada masa ini, pola piker kita mengalami peralihan dari pola pikir yang masih bersifat kekanak-kanakan menjadi pola pikir yang lebih dewasa. Setelah melewati masa remaja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=8&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Manusia selau mengalami perubahan, baik itu perubahan yang bersifat fisik (bentuk tubuh) maupun yang bersifat nonfisik (sifat dan tingkah laku). Masa remaja merupakan masa yang pasti dialami oleh setiap orang. Pada masa ini, pola piker kita mengalami peralihan dari pola pikir yang masih bersifat kekanak-kanakan menjadi pola pikir yang lebih dewasa. Setelah melewati masa remaja maka setiap orang akan memasuki sebuah tahapan atau fase yag disebut dengan fase pendewasaan. Di dalam fase ini manusia mengalami perubahan pola pikir menjadi lebih matang secara bertahap.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;">Pada masa remaja biasanya setiap individu masih bingung dalam menentukan siapa sebenarnya dia (tahap pencarian jati diri) dalam artian masih mencari apa yang harus ia lakukan dalam kehidupannya. Pada masa inilah diperlukan penanaman nilai-nilai norma yang berlaku agar pada waktu menjalani fase pendewasaan tidak terjerumus kedalam jurang kesalahan yang dalam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com&amp;blog=7678788&amp;post=8&amp;subd=pergaulanremajadanseksbebas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pergaulanremajadanseksbebas.wordpress.com/2009/05/09/perkembangan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e686574271579696067a93b768a2fd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fujiwara111</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
